
Berita –berita dari GMAI (General Motor Auto World Indonesia) yang berkembang belakangan sepertinya memperlihatkan agresifitas Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang memasarkan merek Chevrolet di Indonesia ini. GMAI memang menetapkan target untuk dapat bertengger diperingkat lima besar di pasar otomotif nasional pada tahun 2012 mendatang. Mmm … berapa investasi yang ditanamkan GMAI untuk mencapai targetnya itu ? Semoga targetnya saja yang heboh itu juga diimbangi dengan bensin yang cukup untuk menggerakkan semua sistem. You have to spend more money, to make more money .. right ?
Secara berturut-turut GMAI mendapatkan eksposur dalam bentuk pemberitaan di media. Dimulai dari berita langkah strategis GMAI denga membuka jaringan dealer 3S (sales, Service, Spare-part), mempercepat pengiriman Chevrolet Captiva kepada pemesannya, hingga mendukung ajang automotif show untuk penggila modifikasi.
Pembukaan jaringan delaer 3S GMAI di delapan lokasi sekaligus (Jakarta Barat, Bandung, Surabanya, Bali, Lampung, Lombok, Makasar dan Palu) dalam satu tahun ini saya anggap sebagai langkah strategis yang dilakukan oleh GMAI. Mobil adalah produk durable yang dipergunakan dalam jangka waktu panjang. Dealer yang tersebar di seluruh wilayah nusantara bisa memberikan rasa aman kepada pemilik Chevrolet.
GMAI juga diberitakan meningkatkan target penjualannya menjadi 3000 unit dari semua model. “Dengan penambahan jaringan delaer 3S yang kami lakukan, kami yakin dapat mencapai terget penjualan yang kami tetapkan untuk tahun depan”, ujar Mukiat Sutikno, Managing Director GMAWI kepada BeritaATPM.com.
Captiva telah terjual seanyak 1000 unit hingga bulan November ini sejak diluncurkan lima bulan lalu. Untuk memenuhi harapan konsumennya, GMAI bahkan mempercepat pengiriman Chevrolet Captiva kepada pemesannya. GMAI juga berani menjamin bahwa pemesan Captiva akan menerimanya dalam dua minggu. ATPM merek mobil asal Amerika ini harus melakukan penjadwalan ulang pengiriman Captiva. Awalnya, pengiriman SUV yang diimport dari Thailand ini hanya dilakukan dua kali dalam sebulan. Kini pengiriman dilakukan sebanyak tiga kali dalam sebulan. Seperti yang dikutip BeritaATPM.com sumber berita industri otomtoif di Indonesia, Pihak GMAI mengaku bahwa dengan mempercepat pengiriman Captiva ini, sebanyak 450 unit Captiva dari 750 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) telah sampai ketangan pemiliknya.
Seorang konsultan dan guru besar pemasaran, Jack Trout, mengatakan bahwa, persoalan utama General Motor (GM) adalah kebingungan yang terjadi dikepala masyarakat karena “GM” (corporate indentity) sering diidentifikasi sebagai brand. GMAI tetap sibuk dengan kegiatan yang berkaitan dengan brand Chevrolet di Indonesia, mengikuti strategi mereka yang lain.
Salah satu aktifitas GMAI yang berkaitan dengan merek Chevrolet terlihat dari terjunnya GMAI pada ajang Auto Blackthrough (ABT) Djarum Black tahun ini. GMAI memberikan Chevrolet Captiva sebagai grand prize bagi pemenang, dan satu unit Chevrolet Estate untuk pengunjung, sebagai hadiah undian pada gelaran kontes modifikasi tingkat nasional tersebut.
Sementara kegiatan edukasi pasar GMAI dilakukan dengan memajang Chevrolet Kalos yang telah dimodifikasi. “Tujuan kami mengikuti even ini adalah untuk mendidik masyarakat bahwa produk kami juga bisa dimodifikasi seperti mobil-mobil lainnya. Hal ini kami buktikan melalui Chevrolet Kalos yang kami modifikasi. Dan proyek ini kami namai “M Project atau Modification Project”, ungkap Aristo Kristandyo, Promotion Manager GMAWI kepada BeritaATPM.com
Filed under: Chevrolet , Chevrolet captiva, chevrolet kalos, General Motor Indonesia, Strategi bisnis
Recent Comments