Karena belum ada alat khusus untuk membedakan bau dari suatu benda, maka hidung manusia masih menjadi andalan untuk mengenali bau. Dengan alasan itu, Volvo Corporation telah lama membentuk kelompok yang disebut “Smell test panel”. “Nose team” kami terdiri dari delapan orang dengan kemampuan khusus yang sengaja dipilih untuk membimbing para desainer dalam memilih material dan metode produksi, terutama untuk interior mobil. Sebuah mobil produksi Volvo harus memiliki aroma khas Volvo.
Bau merupakan persoalan yang subyektif. “Masyarakat pada umumnya memiliki presepsi bau yang berbeda,” ungkap Patrick Libander, test engineer yang bertanggung jawab atas Smell test panel. “Hal ini karena adanya perbedaan generasi dan budaya termasuk perbedaan asosiasi yang dibuat oleh masyarakat itu sendiri. Tergantung pengalaman tiap individu. Meskipun demikian, ini merupakan salah satu hal penting yang menjadikan pekerjaan saya semakin menarik”, imbuhnya.
Kendaraan modern sekarang kebanyakan dibangun dari banyak material, seperti plastik. Material-material seperti ini mengandung beberapa material dasar. Selama material seperti ini tidak dapat disingkirkan, maka akan tercium aroma yang khas pada mobil baru. Volvo cars memonitor bau yang ditimbulkan material seperti ini didalam kabin.
Ada delapan orang yang tergabung dalam panel tersebut yang dipastikan memiliki indera penciuman yang normal dan tidak memiliki perbedaan dari anggota panel yang lain.
“Mereka yang sulit mengenali atau terlalu sensitif terhadap bau tidak dapat masuk kedalam kelompok tersebut, termasuk seorang perokok, karena rokok dapat mempengaruhi penciuman”, kata Libander.
Kelompok tersebut melakukan evaluasi interior dalam skala 1:6, dimana 1 mengindikasikan “Bau yang tidak dapat dikenali” dan 6 adalah “Bau yang tidak dapat diatasi”. Untuk mencapai hasil yang baik, hasil pengetesan tidak boleh melampaui angka 3 atau “Bau yang dapat dikenali tapi bukan berarti tidak menyenangkan”.
Para desainer interior juga menggunakan simulator di SP Technical Research di Boras, Swedia, satu jam perjalanan dari Goteborg. Disana, sebuah mobil dilengkapi dengan bahan interior baru untuk diuji dengan simulator selama dua jam sampai temperatur ruang kabin mencapai suhu enam derajat celcius. Perangkat analisa kemudian dipergunakan juga untuk mengukur level Total Volatile Organic Compounds (TVOC) pada ruang interior. Terakhir, anggota smell test panel duduk didalam mobil untuk mengevaluasi bau yang ditimbulkan.
“Kami memiliki tuntutan yang tinggi terhadap diri kami sendiri dan juga pemasok kami untuk masalah kualitas”, kata Libander. “Melakukan perjalanan dengan mobil harus juga menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi hidung”.
Filed under: Volvo
Recent Comments